Home
Posts filed under Cerita Inspiratif Alkitab
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif Alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif Alkitab. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Oktober 2017
Selasa, 26 September 2017
Frankie Manning Si Penari Legendaris Amerika
| Gambar: Frankie Manning |
Ada seorang
penari legendaris di Amerika yang banyak menginspirasi penari-penari dimasa
depan. Dia bernama Frankie Manning. Pria kelahiran Jacksonville, Florida, 26
Mei 1914 ini selain seorang penari Amerika juga seorang instruktur dan
koreografer. Ibunya adalah seorang penari dan sejak kecil Manning sangat suka
menari didepan keluarga besarnya di pekarangan peternakan mereka, diiringi
musik harmonika dan washtub bass, sebuah
alat musik tradisional. Bagi Manning, ibunya adalah sosok yang sangat
dikasihinya dan merupakan idolanya. Manning sangat kaget ketika melihat ibunya
melakukan tarian bergaya foxtrot dan waltz
disebuah ruangan dansa didepan banyak orang.
Setelah
acara tersebut, Manning bersikeras ingin berdansa bersama sang ibu. Ketika
ibunya selesai berdansa dengan Manning, ibunya berkata bahwa dia tidak akan
pernah bisa menjadi penari karena gerakannya terlalu kaku. Perkataan sang ibu
justru memotivasi Manning untuk terus berlatih menari. Manning secara rutin
berlatih secara otodidak dikamarnya. Dia bahkan menggunakan sapu dan kursi
sebagai rekan menarinya, supaya gerakan yang dia lakukan bisa luwes. Pada
akhirnya Manning ikut dalam kompetisi menari bersama rekannya, Frieda
Washington. Kemampuan Swing dance yang
ditampilkan Manning berhasil memukau 2000 penonton.
Baca Juga:
Kariernya
dalam dunia menari terus meningkat, sampai akhirnya dia ditunjuk sebagai
pelatih koreografer beberapa kelompok penari. Grup terakhir yang Manning pimpin
bernama Congaroos. Namun grup ini bubar pada tahun 1955. Kira-kira 30 tahun setelah
itu Manning mulai melanjutkan karier menarinya dengan cara berkeliing dunia
untuk menjadi seorang instruktur dan inspirator dalam dunia tari. Bahkan diusia
senjanya pun, Manning masih mendapatkan banyak penghargaan diantaranya adalah
Tony Award pada tahun 1989 dan National
Endowment for the Arts National Heritage Fellowship tahun 2000. Dan pada
tahun 2007 buku autobiografi Frankie Manning dipublikasikan dengan judul
Frankie Manning: Ambassador of Lindy Hop. Penari legendaris ini menghembuskan
nafas terakhirnya dikota Manhattan pada tanggal 27 April 2009, diusia 94 tahun.
Kita belajar
dari kegigihan Manning dalam mencapai kerinduan hatinya menjadi seorang penari.
Terkadang kita mengalami kesulitan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Kita tahu apa yang benar, namun sering kali kita tetap melakukan kesalahan.
Pada waktu itu, Iblis akan berusaha menjatuhkan dan mengintimidasi kita dengan
mengatakan bahwa kita tidak akan sanggup. Jadikan intimidasi Iblis sebagai
pendorong semangat kita untuk menjadi lebih baik lagi! Demikian juga ketika
kita merasa tidak mampu menggapai cita-cita kita, ada saja perkataan yang
mengintimidasi kita untuk kita berhenti berusaha. Tetapi mari terus berjuang,
beri semangat pada diri sendiri dan katakan, “Aku Bisa!”.
Kata-Kata Bijak Hari
Ini
“Orang sukses adalah
orang yang menjadikan intimidasi sebagai pelecut dirinya untuk berusaha sekuat
mungkin.”
Source: Mansor Book
Edited By: Nuel
Berbuat Curang
| Gambar: Berbuat Curang |
Selain
menipu dan mengorbankan kedua puterinya, Laban juga merupakan orang yang
curang. Itulah buah-buah dari ketamakannya. Hal yang sangat jelas dari
kecurangan Laban adalah dengan mengubah-ubah upah yang menjadi hak Yakub, yang
telah disepakati mereka berdua. Upah yang disepakati tersebut adalah kambing
dan domba yang berbelang-belang, berbintik-bintik, bercoreng-coreng, dan segala
yang hitam diantara domba-domba, itulah yang menjadi upah Yakub. Saat Yakub
kembali menggembalakan kambing dan domba miliki Laban, mungkin kambing dan
domba yang berbelang-belang, berbintik-bintik, bercoreng-coreng, segala yang
hitam diantara domba-domba dilihat Laban semakin banyak jumlahnya, sehingga ia
berbuat curang.
Kecurangan
Laban ialah saat ia mengatakan bahwa yang berbinitk-bintiklah yang akan menjadi
upah Yakub, bukan yang bercoreng-coreng, ataupun berbelang-belang. Tetapi Tuhan
membuat kambing dan domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik, sehingga
Yakub tetap mendapatkan upahnya. Melihat hal itu, kembali Laban mengubah upah
Yakub dengan mengatakan bahwa yang bercoreng-corenglah yang menjadi upah Yakub.
Namun sekali lagi Tuhan menolong Yakub, dengan membuat kambing dan domba itu
beroleh anak yang bercoreng-coreng. Melihat upayanya tidak berhasil, Laban
kembali berlaku curang dengan berkata bahwa yang berbelang-belanglah yang akan
menjadi upah Yakub, dan Tuhan sekali lagi membuat kambing dan domba itu
memperoleh anak yang berbelang-belang, seperti yang dikatakan Laban kepada
Yakub. Pada akhirnya upah Yakub tidak berkurang justru semakin bertambah-tambah
( Kej 30:43 “Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai
banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai” )
Baca Juga:
Alkitab
menjelaskan bahwa sebelumnya Yakub sudah bekerja keras selama empat belas tahun
untuk Laban dan hasil kerja keras Yakub adalah bahwa Laban mendapat keuntungan
besar, bisa dikatakan menjadi semakin kaya. Namun karena pada dasarnya Laban
sudah dikuasai sisi buruknya, dalam hal ini adalah kecurangan, maka dia tidak
sedikitpun berinisiatif untuk memberikan upah yang lain kepada Yakub, selain
Rahel. Penawaran upah yang disampaikan kepada Yakub setelah Yakub berniat
pulang kampung pun bukanlah penawaran yang tulus, sebab dia hanya melihat bahwa
Tuhan memberkati dia melalui Yakub.
Ini berbeda
dengan penawaran upah saat awal Yakub bekerja selama sebulan pada Laban. Saat
itu tidak ada unsur pemanfaatan, melainkan secara tulus menghargai kerja keras
Yakub. Memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuatu dan mengupayakan hal itu,
tentunya tidak salah. Tetapi menjadi salah jika dalam pencapaiannya kita
menghalalkan segala cara, termasuk melakukan kecurangan, apalagi bila
mengorbankan orang lain. Percayalah, Tuhan menginginkan agar kehidupan
anak-anakNya diberkati, bahkan lebih dari yang kita impikan. Karenanya hiduplah
dengan cara-cara yang benar, janganlah berbuat curang.
Kata-Kata Bijak Hari
Ini
“Keuntungan dari
kecurangan tidak akan melebihi keuntungan dari kejujuran, karena Tuhan ada
dipihak orang jujur.”
Source: Mansor Book
Edited By: Nuel
Kamis, 21 September 2017
Laban Si Penipu
![]() |
| Gambar: Quote |
Si penipu,
itulah image yang dikenal oleh banyak orang tentang Laban. Benar apa yang
dijelaskan oleh firman Tuhan bahwa harta bisa membawa seseorang jauh dari Tuhan
dan berbuat kejahatan. Laban yang mulanya tidak ingin mengambil keuntungan
sedikitpun dari Yakub, kemudian menipu Yakub dengan memberikan Lea bukannya
Rahel untuk menjadi istri, sebagaimana yang dijanjikannya kepada Yakub. Sangat mungkin
ketika Yakub bekerja selama tujuh tahun bagi Laban, Laban mendapatkan hasil
kerja Yakub yang memuaskan dan menguntungkan.
Sehingga pikir
Laban, jika ia memberikan Rahel, wanita yang sangat dicintai Yakub, pastilah
Yakub akan kembali kenegerinya, yang artinya ia akan kehilangan keuntungan yang
ia dapat selama Yakub bekerja padanya. Cara yang digunakan Laban untuk menipu pun
sangat cerdik, sehingga Yakub tidak dapat mengajukan keberatan kepadanya. Ia tidak
memberitahu terlebih dahulu kepada Yakub akan tradisi di daerahnya, dimana
tidaklah pantas bagi seorang adik untuk menikah sebelum kakaknya menikah,
sehingga Yakub tidak memiliki pilihan untuk mencari jalan keluar.
Baca Juga:
Disamping itu,
dengan mengundang banyak orang dan mengadakan perjamuan pernikahan, Laban
mempunyai banyak saksi atas pernikahan Yakub dengan Lea, sehingga Yakub tidak
bisa menuntut perjanjian yang hanya diketahui mereka berdua dan Tuhan. Penipuan
yang dilakukan oleh Laban jelas penipuan berencana. Ini terlihat jelas ketika
ia tidak segera memberikan Rahel, padahal waktu yang disepakatinya bersama
Yakub telah berakhir. Sampai-sampai Yakub harus memintanya kembali kepada
Laban. Sangatlah tidak mungkin Laban melupakan tenggat waktu itu, mengingat
putrinyalah yang menjadi kesepakatan antara dia dengan Yakub.
Ada hukuman
mengerikan bagi si penipu. Alkitab menyamaratakan penipu dengan orang cabul,
penyembah berhala, orang berzina, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir,
dan pemabuk, yang tidak mendapatkan tempat didalam Kerajaan Sorga (1 Kor
6:9-10). Penipu yang dimaksud disini adalah orang yang rakus demi mendapatkan
keuntungan diri sendiri. Alkitab tidak membedakan antara penipu dalam skala
kecil maupun dalam skala besar. Tipu tetaplah tipu!
Dalam setiap
detik hidup kita, Iblis terus berusaha menjerat kita melalui kedagingan kita,
sehingga jika kita lengah, kita dipermainkannya. Karenanya tetaplah setia dalam
doa, membaca dan merenungkan firmannya, sebab itulah yang akan membuat kita
tetap melangkah pada koridor yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Hal lain
yang perlu kita lakukan adalah percaya pada penyertaannya, bahwa ia akan
memberkati dan mencukupkan segala yang kita perlukan, asalkan kita hidup benar
di hadapanNya (Mzm 84:12). Belajarlah juga untuk bersyukur, sehingga kita tidak
perlu untuk menipu dalam hidup kita.
Ayat-ayat Alkitab yang bersangkutan:
Kejadian 29:16-26; Mazmur 120:2-4; Amsal 20:17
Kata-Kata Bijak Hari
Ini
“Menipu awalnya
merugikan orang lain, tetapi selanjutnya merugikan diri sendiri sebab dapat
menghilangkan kepercayaan orang lain”
Source: Mansor Book
Edited By: Nuel
Sisi Baik Laban (Kejadian 29:12-15; Amsal 16:18; Yesaya 33:15-16)
![]() |
| Gambar: Mask |
Nama Laban
pertama kali muncul saat hamba Abraham, Eliezer, datang hendak meminang Ribka,
adiknya, untuk dijadikan istri Ishak. Perannya yang begitu menonjol dalam
keluarganya membuat kisah hidupnya menarik untuk diperhatikan. Sayang, image
tentang Laban hingga saat ini tidaklah baik. Laban lebih dikenal sebagai mertua
yang jahat, karena menipu dan mengambil keuntungan dari Yakub, menantunya.
Meski demikian, tentunya kita sepakat bahwa tidak ada seorangpun seak lahir
ingin menadi orang jahat, seperti dikuasai sifat curang, penipu, pencuri,
pembunuh, dan lain sebagainya.
Setiap manusia
memiliki sisi baik dan sisi buruknya, kelebihan dan kekurangannya. Hanya saja
ada orang yang berjuang untuk hidup dengan sisi baiknya, ada yang hanyut bahkan
tenggelam dalam sisi buruknya. Laban adalah orang yang berhenti mempertahankan
sisi baiknya dan justru larut dalam sisi buruknya. Sisi baik yang pernah
dimiliki oleh Laban adalah kebaikan hati, kejujuran, dan keadilannya. Hal ini
terlihat jelas saat ia menyambut dan menerima Yakub yang ketika itu sedang berusaha
melarikan diri dari Esau, untuk tinggal bersama dengannya.
Baca Juga:
Bahkan tidak
hanya memberi tumpangan, Labanpun menawarkan upah kepada Yakub karena telah
bekerja untuknya. Sebenarnya hal yang wajar bila Yakub bekerja untuk Laban, dan
Laban mendapatkan semua kerja keras Yakub selama sebulan, mengingat Yakub
menumpang dirumahnya, terlebih Yakub adalah keponakannya. Tetapi, hati yang
baik telah menuntun Laban berbuat yang baik juga, dan bertindak secara adil
kepada Yakub dengan berkeinginan untuk membayar upah sesuai dengan hasil kerja
keras Yakub.
Mungkin
hanya ini sisi baik yang kita ketahui dari Laban, tetapi kebaikan hati, kejujuran,
dan keadilan yang pernah diperlihatkannya cukup memberi kita pelajaran berharga,
bahwa kebaikan hati, kejujuran, dan
keadilan sudah seharusnya dijunjung dimana pun kita berada. Tidak mudah memang
untuk berbuat baik, jujur, dan adil apalagi bila diri kita semakin banyak
diuntungkan, terbukti setelahnya Laban berlaku serong kepada Yakub. Belum lagi
dizaman ini manusia semakin egosentris, maka kebaikan hati, kejujuran dan
keadilan hanya dianggap sebagai kebodohan.
Tetapi jangan
biarkan diri kita terkontaminasi oleh kebiasaan “orang dunia”, karena panggilan
kita adalah untuk menjadi berbeda dengan dunia ini. Latihlah diri kita untuk
berbuat baik, jujur dan adil mulai dari hal-hal kecil dan mulailah dari
orang-orang dilingkup terkecil kita (orang-orang disekitar kita). Dengan begitu,
niscaya kita bisa berbuat baik, jujur dan adil dalam segala aspek hidup kita. Tuhan
tentu akan mengapresiasi sikap kita tersebut lebih daripada yang dunia tunjukkan.
Ada janji penyertaannya! Maka jangan takut bangkrut, rugi, susah, miskin,
dianggap bodoh, dan lain sebagainya.
Kata-Kata Bijak Hari Ini
“Baik hati, jujur, dan
adil adalah sifat Tuhan dan sebagai orang percaya sudah seharusnya kita
meneladaniNya.”
Source: Mansor Book
Edited By: Nuel
Rabu, 20 September 2017
Bibit Cinta Harta (Kejadian 24:29-36, 50-53; Timotius 6:7-11)
![]() |
| Gambar: Harta |
Laban, ia
adalah putra Betuel bin Nahor bin Terah, saudara laki-laki Ribka, ayah dari
kedua istri Yakub, Lea dan Rahel. Kisah Laban dimulai dengan sesuatu yang tidak
baik, yaitu bahwa dia memiliki bibit cinta harta. “... Laban berlari keluar mendapatkan orang itu, kemata air tadi, sesudah dilihatnya anting-anting itu dan
gelang pada tangan saudaranya, ...”. Walau hanya sekilas, tetapi
kalimat ini memperlihatkan secara jelas bahwa Laban memiliki ketertarikan pada
sesuatu yang “berkilau”. Caranya bereaksi menunjukkan adanya bibit cinta harta
didalam dirinya.
Pertama, ia
berlari menghampiri hamba Abraham, yang ditafsirkan bernama Eliezer. Berlari disini
bukanlah berlari biasa, tetapi terburu-buru. Seakan takut bila Eliezer pergi,
sehingga ia berlari untuk mendapatkannya. Kedua, Laban melayani Eliezer dengan
sangat baik. Tidak hanya kepada Eliezer tetapi juga kepada orang-orang yang
datang bersama Eliezer. Bahkan unta-unta yang dibawa oleh Eliezer pun tidak
luput dari perhatiannya. Sebagai tuan rumah, tentu adalah hal yang baik menjamu
tamu-tamunya dengan layanan yang baik. Tetapi, tidak bisa diabaikan bahwa yang
dilakukan Laban didasari oleh apa yang dilihatnya pada tangan Ribka. Tidak sampai
disitu saja, bahkan tanpa berpikir panjang, Laban dan Betuel, ayahnya langsung
menyetujui permintaan Eliezer setelah Eliezer menceritakan maksud
kedatangannya.
Baca Juga:
Mungkin disatu
sisi karena Eliezer mengatasnamakan Tuhan dalam perjumpaannya dengan Ribka,
tetapi disisi lain, tidak menutup kemungkinan karena Laban, yang sepertinya
sangat berperan didalam keluarganya, semakin terbelalak terhadap “kilauan” saat
mendengarkan cerita Eliezer tentang Ishak (ay 34-36). Mungkin saja Laban
berpikir bahwa pernikahan itu akan membawa keuntungan baginya dan keluarganya. Setidaknya
ia akan sedikit kecipratan apa yang menjadi kepunyaan Ishak. Jika yang
dilakukan Laban ini bukan bibit cinta harta, setelahnya tidak mungkin ada banyak
hal negatif yang dilakukan olehnya, yang orientasinya adalah pada harta.
Cinta harta,
secara khusus cinta uang adalah penyakit berbahaya bagi roh dan jiwa manusia. Bila
tidak diwaspadai, maka seseorang akan terseret kedalam ketamakan, lalu melahirkan
kejahatan-kejahatan lainnya. Orang yang cinta harta berpotensi kehilangan
keintiman dengan Tuhan, sehingga cepat atau lambat akan terjatuh kedalam
berbagai pelanggaran. Firman Tuhan melarang kita untuk cinta harta, terutama
uang, karena apa yang kita cintai, tentu itulah yang menjadi perhatian dan
prioritas kita. Cinta harta adalah saat orientasi hidup kita hanya tertuju pada
harta, hari-hari kita dilewati hanya untuk memburu harta, sementara yang lain
diabaikan. Karenanya, berhati-hatilah jika bibit-bibit cinta harta itu ada
didalam diri kita. Mintalah senantiasa hikmat dan penertaannya dan rainlah
menyelidiki hati sendiri
Kata-Kata Bijak Hari
Ini
“Memiliki hikmat Tuhan
membuat kita mampu menyadari dan menghentikan pertumbuhan bibit cinta harta”
Source: Mansor Book
Edited By: Nuel
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Gambar: Rebana Kata “Rebana” disebut 16 kali di dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan baru, terjemahan dari kata Ibrani toph , ...
-
Gambar: Orang Berjalan Kala itu seorang profesor diundang ke sebuah basis militer, disana ia bertemu seorang prajurit yang tidak ak...
-
Gambar: Jendela Rumah Sakit Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat disebuah kamar rumah sakit. Seseorang d...
-
Gambar: Batu Besar Suatu hari seorang dosen sedang mangajar kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh ...
-
Gambar: Quote Ketulusan Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda dan memungut sebatang pensil yang patah. Pintanya “boleh ...
Select Category
Cloud Labels
Arsip
- Desember 2017 (4)
- November 2017 (2)
- Oktober 2017 (20)
- September 2017 (13)
Diberdayakan oleh Blogger.


