Kamis, 12 Oktober 2017

Singkirkan Prasangka

Singkirkan Prasangka



Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkanlah prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak nyaman digunakan untuk berjalan, ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak dihadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.

Baca Juga Cerita Lainnya:



Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati.

Retyped By: Nuel
Source: Macam-macam

Read more

Perumpamaan Sebuah Batu Besar

Perumpamaan Sebuah Batu Besar
Gambar: Batu Besar



Suatu hari seorang dosen sedang mangajar kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri didepan kelas dan berkata “okay, sekarang waktunya untuk quiz.” Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan, ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan kedalam ember, ia bertanya pada mahasiswa yang berada di kelas “menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata, “ya!”

Dosen bertanya kembali, ”sungguhkah demikian?” kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil, ia menuangkan kerikil-kerikil itu kedalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun kebawah mengisi celah-celah kosong diantara batu-batu. Kemudian, ia bertanya sekali lagi kepada mahasiswa yang berada dikelas “nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab “mungkin tidak”

Baca Juga Cerita Lainnya:

“bagus sekali.” Sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya kedalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong diantara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya kepada satu kelas, “baiklah, apakah ember ini sekarang sudah penuh?”

“belum!” sahut seluruh mahasiswa.

Sekali lagi ia berkata, “bagus. Bagus sekali.” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya kedalam ember sampai kebibir ember. Lalu ia menoleh kekelas dan bertanya “tahukah kalian apa maksud dari illustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”

“Oh, bukan” sahut dosen. “bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak dapat memasukkan semuanya”

Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda? Anak-anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal-hal yang penting dalam hidup anda, mengajarkan sesuatu pada orang lain, melakukan pekerjaan yang kau cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan “batu besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: “apakah “batu besar” dalam hidup saya?“ lalu kerjakan itu pertama kali.”

Hal-hal kecil yang tidak berguna terkadang dapat membuat kita lupa akan hal-hal besar yang pernah terjadi dalam hidup kita.

Retyped By: Nuel

Source: Macam-Macam
Read more

Selasa, 10 Oktober 2017

Berlayarlah Menuju Pantai Harapan

Berlayarlah Menuju Pantai Harapan
Gambar: Berlayar


Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudera, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan tidak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda disitu. Lepaskan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah. 

Baca Juga Cerita Lainnya:

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Masalah akan semakin sulit jika kita selalu mengabaikannya dan menganggapnya tidak ada. Jika kita melihat berdasarkan kenyataan, kita akan melihatnya saat ia muncul, dan menyelesaikannya sebelum ia sempat membesar.

Retyped By: Nuel
Source: Macam-macam

Read more

Rabu, 04 Oktober 2017

Perumpaan Sebuah Paku

Perumpaan Sebuah Paku
Gambar: Paku


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak. Ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dipagar belakang setiap kali dia marah...

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku kepagar setiap kali dia marah... lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Baca Juga Cerita Lainnya:



Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu... tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf. Luka itu akan tetap ada... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik...”

Real Author: Andi Muzaki
Retyped By: Nuel   
Read more

Keberhasilan adalah buah dari ketekunan

Ketekunan Adalah Kekuatan Anda



Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus- menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada disini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Baca Juga Cerita Lainnya:



Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda. Kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Source: Situs tokoh-tokoh komik dunia
Retyped By: Nuel
Read more